APLIKASI PAYFAZZ ! Aplikasi jualan pulsa, paket internet dll Murah Praktis.

Cara Menggambar Diagram Garis, Batang dan Lingkar

Hai sobat Belajar MTK – Cara dan contoh menggambar diagram garis, batang dan lingkar di bawah ini harus Anda kuasai jika ingin menyajikan data yang gampang dipahami oleh orang lain. Diagram dibuat memang untuk memaparkan data yang gamblang dan bisa diterima pembaca dengan mudah.

Jenis diagram ada 3 yaitu diagram garis, batang dan lingkaran. Meskipun berbeda-beda bentuknya, tujuannya tetap sama. Nah, berikut ini bisa Anda simak cara dan contoh bagaimana menggambar diagram garis, batang dan lingkar.

  • Cara Menggambar Diagram Garis, Batang dan Lingkar

A. Diagram Garis

Diagram garis adalah jenis diagram yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dari waktu-waktu secara kontinyu dan teratur. Maksudnya diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan perkembangan dari sebuah hal secara berkelanjutan.

Diagram garis menggunakan sumbu vertikal dan horizontal yang saling berpotongan secara tegak lurus untuk menyajikan data. Nilai yang terdapat pada dua garis vertikal dan horizontal dibuat dengan sebuah titik. Selanjutnya titik-titik tersebut dihubungkan satu-satu sehingga membuat garis/kurva.

Misalnya saja dalam sebuah kelas yang berjumlah 20 anak hasil ulangan Bahasa Indonesia secara berurutan adalah 70, 70, 70, 70, 80, 80, 90, 90, 80, 80, 90,75, 75, 70, 65, 65, 65, 65, 80, 75.  Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada 4 anak mendapatkan nilai 65, 5 anak 70, 3 anak 75, 5 anak 80 dan 3 anak 90.

Nah dari data di atas maka bisa dibuat dengan diagram garisnya, garis vertikal untuk jumlah dan garis horizontal untuk nilai ulangan. Kemudian bisa ditandai dengan titik untuk selanjutnya dihubungkan dengan garis. Kira-kira bentuk diagram garisnya seperti ini.

Baca juga : Cara Mencari Rata-rata dan Contoh Soalnya

Diagram Garis

Diagram Garis

B. Diagram Batang

Materi tentang cara dan contoh menggambar diagram garis, batang dan lingkar berikutnya adalah pembahasan spesifikasi perihal diagram batang. Caranya yaitu dengan membuat sumbu vertikal dan horizontal. Seperti dalam diagram garis, biasanya sumbu vertikal menunjukkan nilai dan garis horizontal menunjukkan masing-masing kategori.

Misalnya saja ada data nilai rata-rata ulangan harian matematika kelas IX. Kelas IX A nilai rata-ratanya 80, IX B 75, IX C 65, IX D 75, IX E 65. Data tersebut bisa bikin sakit mata makanya akan lebih mudah jika disajikan dengan diagram batang.

Langkah pertama adalah Anda harus membuat dua sumbu vertikal dan horizontal. Pada garis vertikal bisa ditulis keterangan rata nilai-nilai siswa, mulai dari angka 10-100. Sedangkan pada sumbu horizontal adalah keterangan kategori yaitu kelas IX A-E.

Jika sudah Anda bisa membuat titik kecil sebagai tanda, misalnya saja kelas IX A nilai rata-ratanya adalah 80. Maka Anda harus menggambar batang berurutan dengan angka 80. Beginilah kira-kira hasil gambar diagram barang dari date tersebut.

Diagram batang

Diagram batang

C. Diagram Lingkaran

Jenis digaram untuk menyajikan data yang lebih mudah adalah diagram lingkaran. Penyajian dengan diagram lingkaran sendiri bisa dibagi menjadi dua, yaitu dalam bentuk derajat dan persentase. Untuk menyajikan data dalam bentuk derajat, maka harus dilakukan persamaan dalam derajat. Begitu juga jika ingin menyajikan data dalam bentuk persentase, maka harus dilakukan persamaan dalam persentase.

Misalnya saja kita ambil contoh kasus begini, dalam sebuah kelas yang berjumlah 10 anak berat badannya secara berurutan adalah 45, 50, 50, 45, 45, 47, 65, 65, 47, 45.  Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada 4 anak memiliki berat badan 45 kg, 2 anak 50 kg, 2 anak 47 kg dan 2 anak 65 kg.

  • Jika ingin menyajikan data dalam derajat maka hitungannya adalah sebagai berikut:

Berat 45 kg = 4/10 x 360 = 144 derajat

Berat 50 kg = 2/10 x 360 = 72 derajat

Berat 47 kg = 2/10 x 360 = 72 derajat

Berat 65 kg = 2/10 x 360 = 72 derajat

  • Jadi lingkaran dibuat dan dibagi menurut persamaan derajat di atas.

Jika ingin menyajikan lingkaran dalam bentuk persentase, maka hitungannya adalah sebagai berikut:

Berat 45 kg = 4/10 x 100% = 40%

Berat 50 kg = 2/10 x 100% = 20%

Berat 47 kg = 2/10 x 100% = 20%

Berat 65 kg = 2/10 x 100% = 20%

Jadi diagram lingkaran bisa disajikan berdasarkan persentase di atas. Beginilah kira-kira bentuk diagram lingkarnya.

Diagram Lingkaran

Diagram Lingkaran

Baca juga : Mencari Mean, Median dan Modus Bilangan

Demikianlah ulasan tentang cara dan contoh menggambar diagram garis, batang dan lingkar yang bisa kami sajikan. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda mempelajari materi diagram dengan lebih mudah.

Leave a Reply